Capres yang Andalkan Popularitas Tidak akan Mencerdaskan

JAKARTA, suaramerdeka.com – Direktur Econit Rizal Ramli mengatakan, bila semua capres hanya mengandalkan popularitas, maka pola yang akan terjadi adalah seperti Filipina. Sebab, mereka yang bisa mencalonkan diri sebagai presiden hanyalah anggota 200 orang terkaya di negeri itu dan atau para pesohor.

“Kalo model kepemimpinannya seperti itu, jangan mimpi Indonesia akan menjadi the next China. Publik pun akhirnya tidak akan memperhatikan integritas dan kompetensi capres,” ucapnya, Rabu (20/2).

Dia mengatakan, capres yang mengandalkan popularitas cuma bermodal uang, beriklan, memasang spanduk/baliho/poster semata tanpa konsep dan gagasan yang jelas. Menurutnya, popularitas tidak terlepas dari peran media. “Sebab yang bisa menentukan popularitas seseorang hanyalah media. Untuk itu, media bertanggung-jawab memopulerkan capres yang benar-benar berintegritas,” tandasnya.

Dia menambahkan, pemimpin yang populer karena pencitraan, tidak akan memimpin bangsanya menjadi semakin cerdas. Sebab, mereka hanya terlihat hebat di media. “Sedangkan pemimpin pencerdasan tidak memerlukan pencitraan. Pemimpin yang mencerdaskan akan berbahasa lugas agar rakyat mengerti. Untuk itu, media perlu mulai mengangkat pemimpin yang mencerdaskan,” tukasnya.

( Saktia Andri Susilo / CN26 / JBSM )

Silahkan Berkomentar, Tanpa Menyerang Individu atau Kelompok Lain..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s